Custom Search
Showing posts with label PRICING. Show all posts
Showing posts with label PRICING. Show all posts

Cara-Cara Penetapan Harga Produk

RUMAH SI-MANAJEMEN

Suatu perusahaan dalam menetapkan harga produk umumnya berorientasi pada 3 hal, yaitu: (1) Penetapan harga yang berorientasi biaya, (2) Penetapan harga yang berorientasi permintaan, dan (3) Penetapan harga yang berorientasi persaingan. Berikut penjelasannya.

Marketing 3.0: Values-Driven Marketing

MYCOPYPASTE

Saat ini kita hidup di dunia yang baru di mana krisis dan chaos menjadi ‘menu makanan’ sehari-hari. Lingkungan bisnis semakin complex, penuh dengan kekacauan.
Di kurun waktu sepuluh tahun terakhir, kita sudah melihat betapa hebatnya badai-badai dan kekacauan yang terjadi di lingkungan bisnis mulai dari krisis ekonomi di Asia, meledaknya balon dot-com, skandal pelaporan keuangan (contoh Enron dan Worldcom), gerakan teroris, gerakan anti-globalisasi, perubahan iklim, krisis energi, krisis pangan, skandal investasi, sampai resesi perekonomian global tahun 2008.

Di tengah berbagai macam badai dan munculnya Scumbag Millionaire mulai dari Jeffrey Skilling (Enron) sampai Bernard Madoff yang telah menghasilkan 50 triliun dollar AS dari investasi berskema Ponzi (atau skema piramid), langkah bisnis perusahaan terus menjadi sorotan publik. Tingkat kepercayaan diri di internal perusahaan terus menurun. Tingkat kepercayaan publik terhadap perusahaan juga terus menurun. Dan celakanya lagi, teknologi new-wave yang memperluas jaringan media informasi, menjadikan dunia semakin transparan, sehingga sudah semakin susah bagi perusahaan untuk memutup aib dirinya.

Publik membutuhkan aktivitas dan proses bisnis yang didasari oleh prinsip dan nilai-nilai yang lebih etis dan fair. Kini tidak cukup lagi bagi perusahaan untuk searching for excellence, karena di tengah perubahan lanskap seperti sekarang yang menjadi keharusan adalah searching for meaning.
Di tengah badai-badai krisis dan jatuhnya reputasi perusahaan, sudah saatnya bagi pemasar adalah meninjau ulang dan menjual nilai-nilai, prinsip, dan karakter yang dimiliki dan dijunjung-tinggi, agar dapat tampil stand-out dan terus berupaya senantiasa meninggalkan warisan bagi masyarakat.

Marketing 3.0

Di era sekarang, pemasaran saat ini tidak hanya diterjemahkan dalam pengertian positioning, diferensiasi dan merek yang dibungkus dalam identitas merek, integritas merek, dan menghasilkan citra merek. Dunia pemasaran perlu menunjukkan nilai-nilai (spiritual) dalam pemasaran.
Nilai-nilai yang ditebarkan itu diyakini tidak hanya mendongkrak profit tetapi juga menjamin kelanggenan dan penguatan karakter brand, sekaligus membentuk diferensiasi yang tidak tertandingi.

Di dalam buku ”Marketing 3.0: Values-Driven Marketing” Philip Kotler dan saya mengatakan, perusahaan seharusnya tidak hanya memasarkan produk dengan manfaat fungsional ataupun manfaat emosional, melainkan harus pula menonjolkan manfaat spiritual.

Pendekatan pemasaran berbasis nilai ini diyakini akan memperoleh hasil yang berbeda. Karena perusahaan atau pemilik merek tidak sekadar memberikan kepuasan atau mengincar profitabilitas, melainkan memiliki compassion, dan keberlanjutan. Model bisnis yang menyeimbangkan pencetakan profit dan tanggung jawab sosial seperti itu sungguh didambakan oleh banyak pemain bisnis.

Kita tahu bahwa, perjalanan waktu telah membuat model pemasaran berubah, dari Marketing 1.0 ke Marketing 2.0 - dari product centric ke customer-centric era. Dan sekarang marketing telah mentransformasi diri ke dalam human-centric era. Itulah yang dikatakan sebagai Marketing 3.0.

(sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/


    "Low Budget High Impact", Solusi Marketing di Tengah Krisis

    MYCOPYPASTE

    Dunia pemasaran Indonesia masih menjanjikan meski kondisi resesi perkonomian global masih mengancam.

    Pakar marketing Hermawan Kertajaya mengatakan, para pemasar dan pelaku bisnis harus bisa memanfaatkan peluang tersebut dengan melakukan pendekatan marketing yang disebutnya sebagai New Wave Marketing yang low budget high impact.

    "Untuk melakukan hal ini, ada tiga aspek yang harus diperhatikan oleh para marketer yaitu product management, brand management, dan customer management," kata Hermawan dalam Markplus Dinner Semester I Review and Semester II Outlook 2009, di Four Season Hotel, Jakarta, Kamis (27/8).

    Dari sisi product management, marketer harus mulai berusaha memberikan nilai lebih produknya kepada pelanggan. Menurut Hermawan, para pelanggan yang sudah kembali kepercayaan dirinya, akan mencari kompensasi atas "stres" selama krisis dengan mencari produk yang inovatif dan memiliki nilai tambah tinggi. "Bukan lagi produk murah meriah yang layaknya dibeli di masa krisis," katanya.

    "Dari sisi brand management, marketer harus mampu menciptakan excitement dengan memberikan pengalaman yang menarik lewat karakter dari brand produk mereka," terangnya. Menurut Hermawan, proses penawaran sebuah karakter produk jika dilakukan dengan cerdik, dapat membuat pelanggan tidak hanya terhibur, tetapi juga semakin percaya dan loyal kepada brand produk yang ditawarkan.

    Terakhir dari sisi customer management, Hermawan mengatakan, marketer harus mulai menggeser orientasinya dari mempertahankan (keep) dan mengakuisisi (get) pelanggan baru, ke arah mengembangkan (grow) pelanggan yang sudah ada. "Metode yang paling ampuh untuk growing pelanggan adalah dengan terus melakukan konsolidasi ke komunitas-komunitas yang sudah ada," ujarnya.

    Menurutnya, jika pelanggan dapat melihat kemungkinan-kemungkinan penggunaan produk tersebut sesuai, mereka akan meningkatkan pemakaian dan merekomendasikan ke orang lain.

    "Singkatnya, dengan ketiga aspek tersebut, diharapkan marketer bukan cuma akan melewati krisis yang mengancam tersebut, tetapi juga bisa mencuri kesempatan untuk take-off, jauh meninggalkan kompetitor," pungkasnya.

    (sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/


    Era 'Matinya' Pemasaran Gaya Lama!

    MYCOPYPASTE

    Sekitar Mei 2008 lalu, salah seorang praktisi pemasaran di industri telekomunikasi menghampiri saya dengan mengatakan bahwa praktek pemasaran yang dijalani di perusahaannya sekarang sudah berubah, dari era legacy ke era new wave. Dari percakapan itu, saya langsung ‘meminjam’ istilah legacy dan new wave dari beliau untuk menjelaskan kepada dunia pemasaran bahwa langkah pemasaran gaya lama (legacy) memang semakin lama, semakin mati.

    Ketika itu saya bersama tim di MarkPlus, Inc sudah menyadari bahwa lanskap dunia pemasaran terus berubah. Apa lagi “biang kerok”-nya kalau bukan produk-produk teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih dengan aplikasi web 2.0, yang membuat dunia ini semakin horisontal dan demokratis.

    Seiring dengan masuknya kita ke dalam awal abad-21 ini, dunia teknologi semakin memberikan interaksi, partisipasi, dan peluang untuk berkolaborasi, membawa kita para pemasar untuk melakukan praktek pemasaran yang bertumpu pada jejaring saling terhubung dan berkembang biak.

    Sejak itu saya bersama tim di MarkPlus, Inc semakin meneliti pergeseran perubahan lanskap dunia bisnis dan implikasinya terhadap praktek dan tata cara pemasaran di dunia yang baru ini. Beberapa hasil penelitian ini telah dimuat dalam berbagai kesempatan, mulai dari penulisan 100 artikel di Kompas tahun lalu yang kemudian dijadikan buku “New Wave Marketing: The World is Still Round, the Market is Already Flat.”

    Dari kolaborasi dengan Kompas tersebut, selama setahun belakangan saya keliling ke kampus-kampus, menghadiri seminar dan konferensi pemasaran, di dalam dan luar negeri dengan membawa tema pembicaraan “New Wave Marketing” sekaligus menyebarkan virus horisontalisasi pemasaran.

    Kolom New Wave Marketing di rubrik ini akan memuat artikel-artikel yang berisikan percakapan (conversation) saya bersama pembaca kompas.com. Selama beberapa bulan ke depan, kolom ini akan memuat tiga pokok bahasan utama yang dibagi kedalam kerangka why, what is, dan how to dalam konteks New Wave Marketing.

    Di bagian “why new wave”, kita akan sama-sama melihat trend terbaru di lanskap bisnis termasuk di antaranya 10 faktor utama kenapa bisnis telah menjadi horizontal. Di sini pula akan dibahas kenapa bentuk model pemasaran Anda harus dirubah ke dalam praktek new wave.

    Bagian kedua ”what is new wave”, akan membahas pergeseran strategi, taktik, dan value pemasaran. Dari sisi strategi pemasaran, terjadi pergeseran dari yang namanya Segmentation menjadi Communitization, Targeting menjadi Confirmation, dan Positioning menjadi Clarification.

    Penerapan elemen taktik pemasaran pun berubah karena terjadi pergeseran praktek Differentiation menjadi Codification, dari bauran pemasaran 4P (product, price, place, promotion) menjadi New Wave Marketing-Mix 4C (co-creation, currency, communal activation, dan conversation) dan juga dari Selling ke Commercialization.

    Begitupula dengan Marketing Value yang bergeser dari Brand ke Character, dari Service menjadi Care, dan dari Process menjadi Collaboration.

    Bagian ketiga akan membahas bagian ”how to” atau bagaimana mengaplikasikan pola new wave marketing. Ada beberapa sub-bagian yang akan dibahas di sini, di antaranya pembangunan tiga pilar utama new wave marketing: pengelolaan konsumen yang berbasiskan komunitas (community-based customer management), pengelolaan produk yang berbasiskan co-creation dengan komunitas (co-creation-based product management), dan juga pengelolaan brand yang berbasiskan karakter (character-based brand management).

    Selain tiga pilar utama dalam praktek new wave marketing, lewat tulisan di bagian ketiga (”how-to”) pada kolom ini juga akan dibahas bahwa kalau Anda ingin melakukan pola pemasaran gaya baru ini, pada akhirnya Anda harus memiliki atau mungkin menunggangi tiga platform penghubung yaitu interaksi mobile, event experiential, dan social media yang ketiganya ada di dalam dunia online dan offline.

    Beberapa studi kasus yang akan dibahas nantinya akan mengacu pada kerangka yang telah diurai di atas. Contoh perusahaan yang dimuat adalah mereka yang berlandaskan paradigma horisontal, masuk ke jejaring komunitas, dan menunggangi platform konektor yang ada di dunia online dan offline. Tidak sedikit dari mereka telah sadar bahwa pemasaran gaya lama semakin lama semakin tidak mumpuni, dibutuhkan pendekatan baru, New Wave Marketing, yang lebih relevan dengan perubahan lanksap seperti sekarang.

    Bagaimana pendapat Anda?

    (sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/


    Kini Eranya ‘New Wave Marketing’

    MYCOPYPASTE

    Era New Wave Marketing sangant di pengaruhi oleh perkembangan teknologi. Perkembangan peradaban manusia berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Dalam berbagai literartur seperti dalam The 8th Habit : From Effectiveness to Greatness karya Stephen Covey. A Whole New Mind karya Daniel Pink, dan The Rise of The Creative Class karya Richard Florida, bisa disimpulkan bahwa sebenarnya ada lima tahap perkembangan peradaban manusia

    Pada tahap pertama, untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, manusia berperan sebagai pemburu binatang atau pengumpul tumbuh-tumbuhan. Karena itu mereka hidup berpindah-pindah alias nomaden, tergantung ada dimana hewan buruannya atau tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan. Pada tahap kedua, manusia mulai menetap dan bercocok tanam, sudah mengenal sistem pengairan dan cara membiakkan hewan ternak. Tahap ini dikenal dengan Era Agrikultural.

    Di tahap ketiga, perkembangan peradaban mulai tumbuh dengan diciptakan berbagai mesin mesin untuk industri, misal mesin uap yang diciptakan oleh James Watt yang kemudian menjadi pertanda dimulainya Revolusi Industri. Di era industri ini, manusia mulai bekerja di pabrik-pabrik, dan dengan sangat mudah bepergian dengan menggunakan kendaraan darat, lau dan udara. Setelah itu, pada dasawarsa 1980-an, bidang teknologi Informasi mulai berkembang pesat yang ditandai dengan kehadiran Personal Computer (PC) sebagai awal dari Era Informasi dimana manusia dengan sangat mudah mendapatkan akses informasi.

    Dan saat ini, manusia mulai memasuki tahap perkembangan peradaban yang kelima, yaitu sebagai pekerja kreatif (creative worker). Akumulasi pegetahuan (reservoir of knowledge) yang sebelumnya sudah didapat pada era informasi menjadikan orang mampu melahirkan kebijakan (wisdom) untuk menciptakan berbagai hal yang jauh lebih kreatif. Era inilah yang merupakan era New Wave. Jika sebelumnya kehadiran teknologi mendorong produktivitas, maka pada era New Wave, teknologi yang ada mendorong lahirnya kreatifitas.

    Seperti yang dikatakan oleh Scott McNealy chairman Sun Microsystem, di Era Informasi alias Era Legacy Marketing, yang akan menguasai pasar adalah mereka yang mampu mengendalikan proses penciptaan dan pendistribusian informasi. Sementara di Era Partisipasi atau Era New Wave Marketing, yang penting adalah akses. akses ini memungkinkan terciptanya value secara bersama melalui jaringan orang yang saling berbagi, berinteraksi, dan menyelesaikan masalah.

    Karena itulah elemen-elemen marketing yang selama ini kita kenal dalam Legacy Marketing juga harus mengalami penyesuaian. Sekadar mengingatkan, dalam Legacy Marketing dikenal 9 Elemen Marketing yang terdiri dari Segmentation, Targeting, Positioning, Differentiation, Marketing-Mix (Product, Price, Place, Promotion), Selling, Brand, Service, dan Process.

    Dalam New Wave Marketing, elemen-elemen tersebut menjadi “The 12 C of New Wave Marketing”. Ke 12 C ini adalah Communication, Confirming, Clarifying, Coding, Crowd-Combo (Co-Creation, Currency, Communal Activation Conversation), Commercialization, Character, Caring, and Collaboration.

    (sumber Hermawan Kartajaya)




  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/

    Strategi Penetapan Harga Jual

    MYCOPYPASTE

    Harga barang menjadi sesuatu yang sangat penting, artinya bila harga barang terlalu mahal dapat mengakibatkan barang menjadi kurang laku, dan sebaliknya bila menjual terlalu murah, keuntungan yang didapat menjadi berkurang. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi harga suatu barang seperti :

    1. Tingkat penghasilan konsumen
    2. Kepribadian dari individu konsumen
    3. Desakan waktu yang dialami oleh konsumen
    4. Besarnya pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh konsumen

    Hubungan antar harga dan mutu barang
    Banyak konsumen beranggapan bahwa harga barang yang tinggi identik dengan mutu yang tinggi. Demikian pula sebaliknya, mutu barang yang tinggi cenderung diikuti oleh harga yang mahal. Dalam menetapkan harga yang tinggi atau mahal, para pengecer biasanya menonjolkan reputasi produk, nama merk, perwujudan fisik dari barang tersebut seperti wana dan bentuk. Jika menetapkan harga barang yang murah, maka perbedaan harga dengan pesaing harga harus
    ditonjolkan. Dengan demikian, berarti ada hubungan antara suatu barang dengan kualitas barang tersebut. Maksudnya adalah bahwa harga suatu barang sesuai dengan mutunya, dan mutu barang sesuai dengan harganya. Sehingga kita dapat menetapkan harga sesuai dengan tingkat mutu barang

    Saran-saran Penetapan Harga
    1. Untuk mempertahankan atau memperbesar pangsa pasar Jika harga yang ditetapkan cukup menarik pembeli, maka kemungkinan besar pembeli tidak akan lari ke pedagang lain. Mereka akan selalu kembali ke toko kita. Ini merupakan salah satu cara untuk mempertahankan pembeli. Bahkan tidak tertutup kemungkinan harga jual tersebut dapat menarik pembeli baru.
    2. Untuk mempercepat masuknya uang tunai Jika terdapat masalah di dalam arus keluar masuknya uang atau kekurangan uang tunai, maka dengan penetapan harga yang tepat masalah tersebut dapat teratasi.
    3. Untuk dapat bertahan dalam persaingan Ketepatan dalam strategi harga diharapkan dapat mempertahankan kelangsungan usaha
    4. Untuk mempertahankan citra yang menguntungkan Melalui penetapan harga yang tepat, citra usaha kita dapat dipertahankan dan bahkan meningkat dimata konsumen
    5. Untuk menghabiskan sisa barang musiman (cuci gudang)
    6. Untuk meningkatkan jumlah pengunjung pada bulan-bulan sepi.
    7. Untuk menakut-nakuti para pesaing potensial untuk masuk.

    Strategi Penetapan Harga
    1. Penetapan harga yang berpedoman pada biaya Cara yang ditempuh yaitu dengan menambah prosentase laba dan biaya
    Misalnya : Harga Beli = Rp. 1000
    Laba 10% = Rp. 100
    Biaya = Rp. 25 + Harga jual = Rp. 1125

    2. Penetapan harga cost (cost plus pricing)
    Penetapan harga cost plus merupakan praktek dimana harga penjualan suatu produk ditetapkan dengan jalan menambahkan prosentase tertentu yang ditetapkan sebelumnya atas biaya produk tersebut.
    Harga jual = Harga pokok + biaya + laba

    3. Penetapan harga yang berpedoman pada persaingan
    Terdapat beberapa alternatif dalam menghadapi pesaing yaitu dengan menetapkan harga : di atas harga pesaing, sama dengan harga pesaing atau di bawah harga pesaing
    1 Harga di atas harga pesaing dimungkinkan bila :
    a. Kelengkapan barang lebih baik, barang-barang lebih eksklusif dan mode lebih maju (fashionable)
    b. Pelayanan lebih baik seperti pengembalian barang secara gratis, reparasi gratis, dan jaminan barang rusak bisa dikembalikan
    c. Memberikan kenyamanan yang lebih baik kepada konsumen
    d. Toko telah memiliki reputasi yang lebih baik.
    2 Harga sama dengan pesaing
    Cara yang paling umum dilakukan oleh para pengecer adalah menetapkan harga barang yang sesuai dengan harga pasar. Barang- barang yang ditetapkan harganya dengan cara ini umumnya barang- barang sehari-hari yang biasanya sudah dihafal oleh konsumen. Strategi untuk memenangkan persaingan dalam kondisi seperti ini adalah bersaing dalam pelayanan.
    3 Harga di bawah harga pesaing
    Dalam melakukan strategi dengan menetapkan harga di bawah harga pesaing, kita harus menyelesaikan penyesuaian dengan menurunkan biaya operasional, pembatasan jenis-jenis barang, penyediaan sarana fisik yang lebih sederhana dan lebih sedikit pelayanan –pelayanan pribadi. Hal ini harus dilakukan untuk mempertahankan laba yang ingin dicapati atau dipertahankan.
    4. Penetapan harga yang berorientasi pada permintaan Minishop Management
    Cara yang ditempuh adalah dengan diskriminasi harga. Sasaran dari diskriminasi harga ini adalah para pelanggan khusus yang memerlukan perlakuan khusus. Disamping itu dapat juga diberikan dalam kaitannya dengan :
    a. Kualitas atau bentuk produk tertentu
    b. Waktu tertentu
    c. Volume penjualan tertentu
    5. Harga psikologikal
    Harga psikologikal yaitu harga yang diharapkan dapat memberikan efek psikologis pada konsumen. Taktik yang biasa digunakan adalah sebagai berikut :
    a. Membuat harga ganjil, misalnya Rp. 9990, Rp. 4990
    Angka 9 akan memberikan efek lebih murah dari angka sepuluh, angka 4 berkesan lebih murah dari angka 5 meskipun perbedaan harga sebenarnya Rp. 10 yang relatif tidak begitu berarti
    b. Beberapa barang yang digabung jadi satu dan diberi harga yang lebih murah daripada bila dijual terpisah. Dengan sedikit kerugian bisa menjual barang lebih banyak
    c. Kadang-kadang konsumen mengasumsikan barang mahal adalah barang bermutu. Dengan menggunakan strategi harga yang tepat, harga barang yang lebih tinggi disuatu tempat bisa menjual lebih banyak barang ditempat lain yang harganya lebih murah padahal barangnya sama.
    6. Harga Promosi
    a. Leader Pricing (harga dijual di bawah harga pasar)
    Leader pricing adalah strategi penetapan harga dengan menjual harga dengan keuntungan yang sangat tipis, sehingga harga di bawah harga pasar. Tujuan leader pricing adalah sebagai harga penuntun, agar konsumen dapat membeli barang lain yang lebih banyak.
    b. Loss Leader Pricing (harga di bawah harga pokok)
    Strategi ini dilakukan dengan menjual barang di bawah harga pokok (modal), dengan harapan agar memberikan kesan kepada konsumen bahwa barang yang dijual ditoko rata-rata harganya murah.
    c. Bait pricing (harga umpan yang diturunkan dengan tajam)
    Dengan menggunakan strategi ini, barang dijual dengan harga yang dibanting secara tajam, misalnya barang diturunkan sampai dengan 40%-50% dari harga semula. Hal ini dimaksudkan untuk meramaikan toko sekaligus cuci gudang.
    d. Special Event Pricing (harga khusus pada waktu-waktu tertentu)
    Strategi harga khusus dalam rangka menghadapi hari-hari besar tertentu dan peristiwa-peristiwa yang penting, seperti : tahun ajaran baru, Natal dan Tahun Baru, Lebaran dan sebagainya. Tujuannya adalah agar masyarakat mendapat keringanan dalam merayakan atau mengikuti harga besar atau peristiwa penting.
    e. Diskon Psikologikal
    Diskon psikologikal adalah sebuah strategi penetapan harga promosi dimana penjual menaikkan harganya terlebih dahulu dan kemudian produk yang bersangkutan ditawarkan dengan harga jauh lebih murah.
    Contoh :
    Harga sebelumnya Rp. 10.000,00 (padahal Rp. 6000,00)
    Harga sekarang Rp. 6.000,00 (harga sebenarnya)
    Share

  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/

    Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesaing

    MYCOPYPASTE

    Untuk menarik dan meraih para konsumen dan para pelanggan, perusahaan biasanya menggunakan strategi harga. Penerapan strategi harga jual juga bisa digunakan untuk mensiasati para pesaingnya, misalkan dengan cara menetapkan harga di bawah harga pasar dengan maksud untuk meraih pangsa pasar. Sebagai contoh: Produk motor Cina menetapkan harga motor di bawah harga motor buatan Jepang dengan maksud untuk meraih pangsa pasar. Bila pangsa pasar sudah diraihnya dan dikuasainya maka loyalitas konsumen akan beralih ke motor China.

    Dan ada juga yang menetapkan harga di atas harga pasar yang tinggi. Ini dilakukan bagi produk-produk baru dengan penemuan-penemuan teknik rekayasa baru. Pada mulanya ditetapkan harga yang tinggi kemudiaan bila pasar sudah tergantung pada produk penemuan baru tersebut harga tahap demi tahap dikurangi sesuai dengan masa dari hidup produk. Mungkin saja produk-produk tersebut sudah mulai jenuh di pasar. Perusahan-perusahaan yang memiliki produk inovasi tinggi biasanya memiliki hak paten dan akan memilih salah satu strategi dari dua strategi sebagai berikut.

    1) Strategi Harga Skimming

    Strategi harga skimming biasanya diterapkan pada produk-produk temuan baru pada saat diluncurkan ke pasar. Pada saat diluncurkan ke pasar, pada awalnya ditetapkan harga yang tinggi, dengan maksud untuk menutupi biaya investasi (riset dan pengembangan) yang tinggi. Selanjutnya, harga dikurangi secara bertahap agar dapat bersaing. Tentu saja, tujuan strategi ini adalah untuk memaksimumkan keuntungan jangka pendek dalam rangka menutupi biaya investasi. Harga skimming hanya dapat dilakukan pada suatu kondisi tertentu, yaitu:

    (a) Kualitas dan citra produk harus mendukung harganya yang mahal, dan jumlah pembeli yang menginginkan produk pada harga tersebut memadai.

    (b) Biaya produksi dalam jumlah kecil tidak terlalu tinggi, sehingga pembeli menunda memanfaatkan penerapan h arga yang mahal.

    (c) Pesaing tidak akan dapat masuk ke pasar tersebut dengan mudah dan menjual produknya dengan harga yang relatif rendah. Bila persyaratan-persyaratan di atas tidak dipenuhi, maka penerapan harga skimming tidak dapat dilakukan, bahkan akan menimbulkan kerugian.

    2) Strategi Harga Penetrasi

    Strategi penetapan harga penetrasi merupakan penetapan harga suatu produk standar. Metode ini dilakukan dengan cara menetapkan harga awal harga perdana yang rendah, dengan tujuan agar dapat diterima pasar secara luas. Salah satu tujuan dengan menetapkan metode ini adalah untuk mendapatkan loyalitas pelanggan. Penetapan harga yang rendah lebih disukai oleh pasar karena beberapa kondisi, diantaranya:

    * Pasar harus sangat peka terhadap harga, sehingga harga rendah bisa membuka pasar yang lebih luas.
    * Biaya produksi dan distribusi harus turun pada saat volume penjualan meningkat.
    * Harga rendah harus membantu persaingan.

    3) Strategi Penyesuaian Harga

    Harga hendaknya harus disesuaikan dengan variasi konsumen, situsi dan kondisi. Pernahkan anda membeli barang dengan didiskon atau diberi potongan harga? Atau mungkin anda pernah menerima harga promosi yang lebih murah? Atau mungkin anda pernah berbelanja suatu barang yang jenisnya sama di suatu tempat dengan harga yang berbeda di tempat lain ?

    Dalam penyesuaian harga, ada beberapa strategi, yang meliputi:

    * Penetapan Harga Diskon dan Potongan Harga

    * Penetapan Harga Psikologis

    * Penetapan Harga Promosi.

    Penetapan harga diskon dilakukan dengan mendiskon dari harga penjualan tertentu. Misalnya, karena pembelian awal didiskon sebesar 20%. Atau karena kontan didiskon 10% dari harga jual rata-rata. Atau karena membeli banyak, diberi diskon 15%. Bisa dalam bentuk prosentase tertentu bisa juga dalam bentuk jumlah tertentu. Penetapan Psikologis dilakukan untuk menarik konsumen, misalnya penetapan harga alat dapurRp 399.999,- lebih menarik daripada Rp 400.000,-. Harga kaos kaki dua pasang Rp 10.000,- lebih menarik dari pada harga kaos kaki per pasang Rp 5.000,-. Penetapan harga promosi dilakukan dengan menetapkan harga yang lebih rendah daripada yang tertera dalam daftar harga. Hal ini dilakukan untuk waktu-waktu tertentu saja. Misalnya, penjual pakaian menjelang hari raya memberikan potongan harga dengan potongan harga yang bervariasi. Supermarket menetapkan harga murah untuk beberapa produk tertentu, dengan harapan konsumen juga membeli produk lain dengan harga yang relatif tinggi atau dinaikan. Perusahaan mobil dan perumahan menawarkan pembayaran dengan tingkat bunga rendah, garansi lebih lama, atau perawatan gratis untuk mengurangi harga konsumen(by: azwarsyach) Share

    RUMAH SI-MANAJEMEN


  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk
  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...
  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga
  • PENETAPAN HARGA JUAL
  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...
  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar
  • POWER PRICING
  • Kebijakan Penetapan Harga Produk
  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...
  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya
  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya
  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut

    rusmanefendisihombing

    Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

    MYCOPYPASTE

    A. Definisi / Pengertian Harga (Price)

    Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk karena harga adalah satu dari empat bauran pemasaran / marketing mix (4P = product, price, place, promotion / produk, harga, distribusi, promosi). Harga adalah suatu nilai tukar dari produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.

    Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.

    Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun, namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh organisasi perusahaan..

    B. Tujuan Penetapan Harga

    1. Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya
    Dengan menetapkan harga yang kompetitif maka perusahaan akan mendulang untung yang optimal.

    2. Mempertahankan perusahaan
    Dari marjin keuntungan yang didapat perusahaan akan digunakan untuk biaya operasional perusahaan. Contoh : untuk gaji/upah karyawan, untuk bayar tagihan listrik, tagihan air bawah tanah, pembelian bahan baku, biaya transportasi, dan lain sebagainya.

    3. Menggapai ROI (Return on Investment)
    Perusahaan pasti menginginkan balik modal dari investasi yang ditanam pada perusahaan sehingga penetapan harga yang tepat akan mempercepat tercapainya modal kembali / roi.

    4. Menguasai Pangsa Pasar
    Dengan menetapkan harga rendah dibandingkan produk pesaing, dapat mengalihkan perhatian konsumen dari produk kompetitor yang ada di pasaran.

    5. Mempertahankan status quo
    Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya pengaturan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada.

    C. Cara / Teknik / Metode Penetapan Harga Produk

    1. Pendekatan Permintaan dan Penawaran (supply demand approach)
    Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.

    2. Pendekatan Biaya (cost oriented approach)
    Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.

    3. Pendekatan Pasar (market approach)
    Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, sosial budaya, dan lain-lain.(organisasi.org) Share

  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/

    PENETAPAN HARGA JUAL

    MYCOPYPASTE

    Salah satu keputusan yang sulit dihadapi suatu perusahaan adalah menetapkan harga. Meskipun cara penetapan harga yang dipakai sama bagi setiap perusahaan yaitu didasarkan pada biaya, persaingan, permintaan, dan laba. Tetapi kombinasi optimal dari faktor-faktor tersebut berbeda sesuai dengan sifat produk, pasarnya, dan tujuan perusahaan. Menurut Ricky W. dan Ronald J. Ebert mengemukakan bahwa: “Penetapan harga jual adalah proses penentuan apa yang akan diterima suatu perusahaan dalam penjualan produknya”.

    Perusahaan melakukan penetapan harga dengan berbagai cara. Pada perusahaan-perusahaan kecil harga biasanya ditetapkan oleh manajemen puncak bukannya oleh bagian pemasaran. Sedangkan pada perusahaan-perusahaan besar penetapan harga biasanya ditangani oleh manajer divisi dan lini produk. Bahkan disini manajemen puncak juga menetapkan tujuan dan kebijakan umum penetapan harga serta memberikan persetujuan atas usulan harga dari manajemen dibawahnya.

    Mulyadi dalam bukunya menyatakan bahwa: “Pada prinsipnya harga jual harus dapat menutupi biaya penuh ditambah dengan laba yang wajar. Harga jual sama dengan biaya produksi ditambah Mark-up.Selain itu Hansen & Mowen mengemukakan bahwa “Harga jual adalah jumlah moneter yang dibebankan oleh suatu unit usaha kepada pembeli atau pelanggan atas barang atau jasa yang dijual atau diserahkan”.

    Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa harga jual adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi suatu barang atau jasa ditambah dengan persentase laba yang diinginkan perusahaan, karena itu untuk mencapai laba yang diinginkan oleh perusahaan salah satu cara yang dilakukan untuk menarik minat konsumen adalah dengan cara menentukan harga yang tepat untuk produk yang terjual. Harga yang tepat adalah harga yang sesuai dengan kualitas produk suatu barang, dan harga tersebut dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.Boyd, Walker, dan Laurreche dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran menyatakan bahwa:

    “Ada sejumlah cara dalam menetapkan harga, tetapi cara apapun yang digunakan seharusnya memperhitungkan faktor-faktor situasional. Faktor-faktor itu meliputi:
    1. Strategi perusahaan dan komponen-komponen lain didalam bauran pemasaran.
    2. Perluasan produk sedemikian rupa sehingga produk dipandang berbeda dari produk-produk lain yang bersaing dalam mutu atau tingkat pelayanan konsumen.
    3. Biaya dan harga pesaing.
    4. Ketersediaan dan harga dari produk pengganti.

    Menurut Philip Kotler dalam bukunya yang berjudul Manajemen Pemasaran di Indonesia menyatakan bahwa: “Penetapan harga merupakan suatu masalah jika perusahaan akan menetapkan harga untuk pertama kalinya. Ini terjadi ketika perusahaan mengembangkan atau memperoleh produk baru, ketika akan memperkenalkan produknya ke saluran distribusi baru atau daerah baru, ketika akan melakukan penawaran atas suatu perjanjian kerja baru”

    Definisi tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan harus memutuskan dimana ia akan menempatkan produknya berdasarkan mutu dan harga. Dalam beberapa pasar seperti pasar mobil, sebanyak delapan titik harga dapat ditemukan. Dipasar mobil Indonesia terdapat merek puncak (standar emas), contohnya Mercedez Benz dan Jaguar. Dibawahnya ada Merek mewah seperti BMW, Audi dll, Dibawahnya lagi ada merek yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus: Volvo (keamanan) dan Porche (kinerja tinggi). Di tengah-tengah terdapat sejumlah merek seperti Honda, Mitsubishi, Toyota. Satu tingkat dibawahnya adalah merek–merek yang terutama memberi manfaat fungsional seperti Suzuki. Dibawah Suzuki ada merek-merek lebih murah tapi juga memberikan kinerja memuaskan seperti Hyundai. Paling bawah adalah merek-merek yang daya tariknya hanya harga seperti Timor. menunjukkan bahwa kedelapan tingkat penempatan produk ini tidak bersaing satu sama lain, tetapi hanya bersaing dalam masing-masing kelompok. Namun dapat terjadi persaingan antara segmen-segmen harga dan mutu.

    Menunjukan sembilan kemungkinan strategi harga-mutu. Strategi diagonal semuanya dapat bertahan pada pasar yang sama; yaitu satu perusahaan menawarkan produk bermutu tinggi pada harga tinggi, perusahaan lain menawarkan produk bermutu rendah pada harga rendah. Ketiga pesaing tersebut dapat hidup bersama selama pasar terdiri dari tiga kelompok pembeli, yaitu yang mementingkan mutu, harga, dan yang mementingkan keseimbangan antara keduanya.

    Strategi penempatan 2, 3, dan 6 Menunjukan cara untuk menyerang posisi diagonal. Strategi 2 menyatakan, “ Produk kami memiliki mutu yang sama dengan produk 1 tetapi harga kami lebih rendah”. Strategi 3 menyatakan hal yang sama dan bahkan menawarkan penghematan yang lebih besar. Jika pelanggan yang mementingkan mutu mempercayai pasaing ini, mereka pasti akan membeli sari pesaing ini dan menghemat uang (kecuali jika produk 1 memiliki daya tarik prestise). Strategi ini harus dihindarkan oleh pemasar professional. Harga jual merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu produk, konsumen akan membeli suatu produk apabila ada keseimbangan antara alasan dalam menetapkan harga jual.

    Sudarsono menyatakan bahwa “Dalam menetapkan harga jual perlu dipertimbangkan beberapa hal, antara lain: (a) harga pokok jual barang, (b) harga barang sejenis, (c) daya beli masyarakat, (d) jangka waktu perputaran modal, (e) peraturan-peraturan dan sebagainya”.

    Faktor-faktor tersebut merupakan faktor-faktor objektif. Artinya pendapatan pribadi pengusaha atau pedagang tidak ikut berperan, atau kalau pun ada hanya kecil sekali. Faktor-faktor objektif ini kadang-kadang tidak cukup kuat untuk dipakai sebagai dasar penentuan harga, sehingga ada faktor-faktor pertimbangan subyektif. (ucupneptune) Share


  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk



  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...



  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga



  • PENETAPAN HARGA JUAL



  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...



  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar



  • POWER PRICING



  • Kebijakan Penetapan Harga Produk



  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...



  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/

    Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelanggan.

    MYCOPYPASTE

    Dengan pendekatan value based pricing, banyak perusahaan yang berhasil membangun skema harga yang lebih baik dan lebih memahami apa-apa saja yang membuat konsumen bersedia merogoh koceknya.Dibalik berbagai tantangan yang harus dihadapi perusahaan, ada beberapa cara untuk mengatasi hambatan-hambatan untuk menentukan kebijakan harga. Menurut saya perusahaan harus berfokus pada tiga hal sebagai beikut :

    1. Fokus kepada Nilai Pelanggan
    Dalam hal ini, perusahaan jangan terlalu menekankan pada fitur-fitur produk yang mereka tawarakan atau hanya pada harga produk tersebut, tapi yang lebih penting perusahaan harus lebih focus pada berbagai manfaat, baik manfaat fungsional atau emosional yang dapat diterima pelanggan dari produk tersebut.

    2. Memberikan Diferensiasi Pada Produk Dan Layanan
    Produk atau layanan yang diberikan perusahaan haruslah memiliki nilai yang lebih tinggi dari pesaing. Jika tidak, maka perusahaan akan terjebak dalam situasi dimana perusahaan akan dipaksa bermain perang harga. Hal ini akan secara efektif menghancurkan kemampuan perusahaan untuk menetapkan harga premium. Artinya jika sebuah perusahaan tidak dapat membuat diferensiasi maka perusahaan tersebut akan kesulitan dalam menetapkan harga berdasarkan nilai atau manfaat yang dapat diberikannya.

    3. Mengerti dan Mengkomunikasikan Semua Sumber Nilai yang Potensial
    Untuk dapat menjalankan value based pricing dengan baik, maka perusahaan sebaiknya memahami nilai atau manfaat yang diterima pelanggan. Artinya perusahaan harus bisa memahami apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan pelanggan. Jika perusahaan sudah memahami hal ini maka hal selanjutnya adalah mengkomunikasikan manfaat dari produk kepada pelanggan bahwa produk yang pelanggan konsumsi mempunyai manfaat bagi dirinya. Lebih hebat lagi apabila manfaat dari produk tersebut melebihi harapan dari si pelanggan, maka besar kemungkinan akan menciptakan pelanggan yang loyal.

    Maka dengan menggunakan value based pricing, pelanggan akan mendapatkan manfaat darinya (produk atau layanan perusahaan) dan selain itu value based pricing juga mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produk atau layanan yang lebih superior dibanding produk pesaing.(By Agus Rianto) Share

  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk
  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...
  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga
  • PENETAPAN HARGA JUAL
  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...
  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar
  • POWER PRICING
  • Kebijakan Penetapan Harga Produk
  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...
  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya
  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

    MYCOPYPASTE

    Struktur penetapan harga yang sehat membantu perusahaan menghasilkan penjualan dan membangun kesetiaan nasabah. Struktur penetapan harga yang keliru bisa membuat bisnis bekerja keras untuk melayani nasabah dan mencapai keuntungan. Kalau Anda perlu menetapkan harga yang akan dibebankan untuk produk atau jasa Anda, hindari kesalahan penetapan harga yang umum ini.

    Menjual terlalu murah

    Untuk menetapkan harga yang realistis, Anda perlu mengetahui seluruh biaya yang terlibat dalam pembuatan produk atau jasa Anda. Ini mencakup kemudahan menelusuri biaya seperti harga suku cadang dan persediaan, dan juga biaya kurang berwujud yang terkait dengan ketrampilan dan pengetahuan yang Anda bawa keatas meja. Sebagian pengusaha menetapkan harga yang tidak memperhitungkan segala pengeluaran ini. Mereka mungkin lupa untuk menambahkan biaya overhead seperti listrik, air atau uang sewa, atau mengalami kesukaran untuk menghargai nilai dari waktu mereka. Salah satu pendekatan bisnis berdasarkan jasa yang digunakan untuk menetapkan harga yang wajar untuk penawaran barang dan jasa mereka adalah menetapkan upah per jam untuk pembebanan jasa. Mereka kemudian mengalikan angka ini dengan jumlah jam yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan dalam rangka menetapkan harga keseluruhan proyek.

    Mengikuti persaingan

    Dengan mendasarkan struktur penetapan harga Anda pada harga pesaing bisa berbahaya karena biaya yang digunakan pesaing menghitung harga mungkin tidak ada hubungannya dengan biaya Anda. Mereka mungkin membayar harga lebih rendah atau lebih tinggi daripada yang Anda lakukan, membeli teknologi yang berbeda, dan mempunyai anggaran pemasaran lebih besar atau lebih kecil. Namun demikian, ada gunanya untuk mengetahui berapa harga yang dibebankan pesaing sehingga Anda dapat menyadari bahwa harga Anda adalah realistis untuk pasar. Jika Anda jumpai bahwa harga Anda jauh lebih rendah dari pesaing, periksalah untuk memastikan bahwa Anda tidak melupakan sesuatu dari persamaan penetapan harga.

    Persaingan harga

    Penetapan harga semata-mata untuk mengalahkan pesaing adalah usulan yang lemah. Dengan cara ini memang Anda akan menarik pembeli, akan tetapi kemungkinan mereka bukan nasabah yang setia. Jika harga rendah menarik perhatian mereka ke bisnis Anda, mereka mungkin meninggalkan perusahaan Anda begitu ada opsi lebih bagus. Pendekatan yang lebih baik adalah mengadakan perbedaan antara bisnis Anda dengan bisnis pesaing dengan cara-cara yang lain, seperti layanan nasabah unggul, penyempurnaan ciri-ciri khas produk, atau kualitas lebih bagus.

    Menunggu terlalu lama untuk menaikkan harga

    Permintaan yang meningkat atau biaya persediaan yang meningkat bisa menempatkan Anda kedalam posisi di mana Anda harus memutuskan apakah menaikkan atau tidak menaikkan harga. Beberapa pemilik bisnis menghindari kenaikan harga karena mereka takut nasabah akan bereaksi negatif. Dalam banyak hal, strategi yang lebih baik adalah secara teratur sedikit demi sedikit menaikkan harga daripada membebani nasabah dengan satu kenaikan harga yang besar. Dengan kata lain, kenaikan harga 10 persen kemungkinan mengundang lebih banyak perhatian negatif daripada dua kali kenaikan harga 5 persen.

    Menurunkan harga tanpa mengubah pengiriman

    Sebagian pelanggan mungkin berusaha secara cerdik mendapat harga yang lebih rendah dari perusahaan Anda. Ini dapat menempatkan Anda dalam posisi yang sukar, terutama jika Anda menjalankan bisnis berlandaskan jasa. Mengirim pesanan yang telah disepakati dengan harga yang lebih rendah bisa mengirim pesan seolah-olah harga awal Anda terlampau tinggi, dan semua bisnis berikutnya akan terbuka untuk negosiasi harga. Pendekatan yang lebih baik adalah menerima harga yang lebih rendah, tetapi mengubah sedikit ketentuan pengiriman. Misalnya, jika Anda sedang merundingkan harga untuk pemasangan teknis selama tiga bulan, Anda bisa menyetujui biaya proyek yang lebih rendah kalau jumlah pertemuan mingguan dikurangi atau laporan bulanan dipersingkat. Opsi lain yang masuk akal untuk pesanan yang besar adalah menetapkan harga yang lebih rendah sebagai potongan harga karena jumlah besar.

    Menetapkan harga secara acak

    Sebagian nasabah mungkin mendesak untuk mengetahui bagaimana Anda merancang struktur penetapan harga, sehingga adalah penting untuk bisa membenarkan dasar-dasar penetapan harga Anda Tambahan pula kecuali Anda cukup sadar akan bagaimana biaya terkait dengan harga Anda, akan sukar bagi Anda untuk mengenali kapan waktu yang tepat untuk menyesuaikan penetapan harga Anda. (indonesia.smetoolkit) Share

  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/

    POWER PRICING

    MYCOPYPASTE

    Harga merupakan satu-satunya komponen dalam bauran pemasaran yang dikategorikan sebagai pemasukan. Jika Anda penganut bauran pemasaran 4P (Price, Promotion, Product, Place), maka Anda akan menyadari bahwa P yang lain semuanya berupa pengeluaran. Demikian pula jika Anda penganut marketing mix 7P maupun 9P, semua P selain price adalah pengeluaran. Strategi penetapan harga sangat kompleks dan sangat penting karena mempunyai hubungan langsung dengan penghasilan perusahaan secara keseluruhan.

    Penetapan harga tidak dapat lagi dipandang dari sudut ekonomi belaka yang bertumpu pada demand and supply maupun berdasarkan cost (cost + profit = price). Kecenderungan penetapan harga lebih bertumpu kepada perceived value konsumen dan dinamika persaingan. Artinya harga lebih ditentukan oleh C-konsumen (Consumer) dan C-kompetitor (Competitor) atau C - dinamika persaingan (Competition) dibanding C - biaya (Cost).

    Penetapan harga telah memiliki fungsi yang sangat luas di dalam program pemasaran. Menetapkan harga berarti bagaimana mempertautkan produk kita dengan aspirasi sasaran pasar, yang berarti pula harus mempelajari kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen. Berbicara harga berarti bicara tentang citra kualitas dan seberapa tinggi ekslusifitasnya. Tinggi rendahnya harga sangat berpengaruh terhadap persepsi kualitas, sehingga ikut menentukan citra terhadap sebuah merek atau produk. Dalam persepsi konsumen sering berlaku logika bahwa harga yang mahal berarti kualitas bagus dan harga yang murah berarti kualitasnya kurang. Pada tingkat tertentu menetapkan harga berarti juga berbicara mengenai ekslusifitas. Walaupun harus mempertimbangkan berbagai faktor lain terkait, secara kasar dapat dikatakan bahwa makin tinggi harga yang ditetapkan secara relatif terhadap kompetitor, makin eksklusif pula konsumen sasarannya. Seolah seperti piramida. Makin ke puncak makin kecil, makin tinggi harga yang ditetapkan makin sedikit konsumen yang disasar.

    Penetapan harga juga berbicara mengenai variasi produk. Jika produknya bervariasi tetapi ditetapkan dengan harga yang sama maka persepsi yang muncul adalah kesamaan kualitas sebagai cerminan variasi produk secara horisontal. Juga dapat dipakai untuk menjelaskan variasi produk secara vertikal dengan kualitas yang bertingkat. Misalnya, pada maskapai penerbangan terdapat pembedaan layanan kualitas layanan untuk kelas ekonomi, bisnis, dan first class dengan tingkat harga yang berbeda.

    Dengan fungsinya yang amat luas ini, perlu pendekatan harga yang bersifat strategis yang tertuang dalam konsep power pricing. Power pricing pada intinya adalah bagaimana mengelola harga sebagai suatu elemen strategis dalam mendukung strategic positioning yang telah dirumuskan, dan tentunya dapat mendukung pula tujuan bisnis secara keseluruhan.

    Pengelolaan harga ini tentu tak lepas dari pricing objectives yang cukup beragam, mulai sebagai sarana pertumbuhan untuk menggapai profit, memperoleh revenue, image shifting, dan memantapkan produk baru. Penentuan pricing objective ini berada dalam kerangka strategis yang lebih luas, corporate strategy maupun marketing strategy.

    Secara umum strategi penetapan harga dibedakan berdasarkan tiga landasan utama yaitu harga berdasarkan kepada biaya, harga berdasarkan permintaan dan berdasarkan persaingan. Ketiga strategi dasar itu dapat dijabarkan dengan berbagai pendekatan dalam penetapan harga.

    Bagaimana keterkaitan harga dengan daur hidup produk ? Kita lihat strategi yang paling efektif pada masing-masing tahapan. Dalam pengenalan produk baru terdapat dua strategi harga yang menonjol, yaitu skimming dan penetrasi. Pendekatan skimming sangat efektif jika terdapat diferensiasi harga pada segmen tertentu dan pesaing relatif sedikit. Skimming juga dapat dimanfaatkan untuk membatasi permintaan sampai perusahaan merasa siap untuk melakukan produksi masal. Apalagi skimming dapat meningkatkan nilai produk menjadi sangat prestisius.

    Strategi ini dapat diterapkan jika produk-produk tersebut memang memiliki keunggulan kompetitif dibanding produk yang telah hadir. Produk-produk teknologi sangat cocok menggunakan pendekatan ini. Jika kita perhatikan produk-produk elektronik dan telepon selular hampir semuanya memakai pendekatan ini ketika diluncurkan harganya masih mahal dan kemudian secara bertahap turun misalnya, Sony Ericcson T68i yang pada waktu itu mengusung teknologi terbaru dengan Communicam, ponsel pertama yang mempunyai fasilitas layar berwarna dan camera digital. Ketika diluncurkan harganya sekitar 5 jutaan dan kini tinggal setengahnya. Demikian juga dengan merek-merek yang lainnya.

    Sebaliknya dalam tahap ini juga dapat dilakukan strategi penetrasi dengan menetapkan harga yang sangat rendah. Dapat diterapankan pada situasi pasar tidak terfragmentasi ke dalam segmen yang berbeda, serta produk tersebut tidak mempunyai nilai simbolis yang tinggi. Pendekatan ini juga efektif terhadap sasaran pasar yang sensitif harga.

    Dalam tahap pertumbuhan pasar, penjualan meningkat disertai munculnya pesaing. Pada awalnya terjadi pertumbuhan yang cepat, strategi yang diterapkan adalah tetap mempertahankan harga. Ketika pertumbuhan melambat, terapkan strategi harga harga agresif : menurunkan harga untuk mendorong penjualan sekaligus menghadapi persaingan yang semakin ketat.

    Pada tahap kematangan, fleksibilitas harga merupakan kunci efektivitas penetapan harga. Dalam menerapkan penurunan harga acuan utama yang harus diperhatikan terdiri dari dua hal : tingkat sensitivitas harga dan situasi persaingan. Dalam kondisi ini pemasar harus siap mental dengan perolehan profit margin yang rendah, karena pada posisi ini beberapa produk pesaing akan bereaksi untuk menurunkan harga produknya pula.

    Pada tahap kemunduran, sebagai tahap terakhir daur hidup produk terdapat dua alternatif langkah utama yang dapat dipilih. Pertama, strategi cuci gudang melanjutkan penurunan harga sampai produk terjual semuanya. Langkah ini banyak kita temui di dalam pemasaran produk-produk elektronik yang teknologinya sudah usang. Beberapa merek terkenal menjual TV layar cembungnya dengan harga bantingan, yang sering kita jumpai di hyper market semacam Carrefour. Kedua, mempertahankan harga tetapi memotong biaya-biaya yang berhubungan dengan produk, terutama pengeluaran untuk promosi.

    Apa pertimbangan utama dalam penetapan startegi harga ? Situasi di pasar. Strategi penetapan harga akan efektif jika diterapkan dengan benar sesuai dengan karakteristik produk (produk baru/lama, komoditas/bukan, tangible/intangible) dan lingkungan pemasaran, seperti situasi persaingan (ketat/tidak, struktur pasar} dan perilaku konsumen. Pada produk yang tidak berwujud (intangible), penetapan harga harus dapat mempresentasikan citra kualitas. Dan pendekatan perceived value merupakan pendekatan yang paling tepat.

    Dinamika harga senafas dengan dinamika persaingan. Kita dapat melihat kisah dinamika persaingan pasar otomotif. Pasar otomotif bergerak dinamis setelah puluhan tahun tak ada kamus harga mobil turun. Jika di pasar global harga mobil mengalami penurunan, di Indonesia tidak pernah terjadi. Fluktuasi harga yang seharusnya merupakan ciri sebuah mekanisme pasar tidak terjadi dalam pasar otomotif di Indonesia. Proteksi untuk melindungi industri otomotif nasional, dimanfaatkan benar oleh ATPM. Ketika deregulasi digulirkan, dan disambung dengan berlakunya AFTA, pasar mulai menunjukkan penyempurnaan, yang ditandai dengan dinamika persiangan yang ketat. Dan berdampak pula kepada persoalan pricing.

    Soal pricing ini memusingkan si pemimpin pasar, Toyota Kijang. Sesuai dengan kebiasaannya, pada awal tahun Kijang selalu menaikkan harga yang semakin mendekati angka psikologis Rp. 200 juta. Sementara kompetitor sangat gencar menyerang posisinya. Ternyata strategi yang ditempuh Kijang adalah membuat Kijang versi internasional (IVM) dan segera meluncurkan adiknya Kijang sehingga dapat memecahkan persoalan batas psikologis harga Rp. 200 juta. Beberapa mobil Jepang menempuh strategi maintain price and add value seperti yang dilakukan oleh Nissan Terano dengan melakukan minor change. Suzuki Baleno, Honda City yang meluncurkan produk yang canggih dengan harga yang tidak berbeda jauh dengan versi sebelumnya.

    Kehadiran importir umum, berlakunya AFTA, dan pemain Korea yang mulai merakit produknya di Indonesia, menjadikan pasar otomotif akan beranjak dari pasar semu menuju pasar yang sesungguhnya. Dan berarti penurunan harga bukan lagi barang haram. Harga menjadi dinamis, mengikuti dianamika persaingan. Kompetisi yang ketat, akan memberikan banyak pilihan kepada konsumen, dan mendorong pemasar untuk menerapkan strategi harga yang paling tepat. (A.B. Susanto) Share

  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/

    Kebijakan Penetapan Harga Produk

    MYCOPYPASTE

    Kebijaksanaan penentuan harga jual barang yang dihasilkan itu, sesungguhnya erat sekali hubungannya dengan usaha pemasaran barang (marketing) yang sedang dilaksanakan pimpinan suatu Badan Usaha. Dalam pemasaran barang, untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan sangat diperlukan adanya berbagai informasi. Demikian pula dalam menentukan salah satu kebijaksanaan harga jual barang yang diproduksi oleh suatu Badan Usaha.

    Sebenarnya masalah penjualan dan penetapan harga itu merupakan salah satu bagian dari rencana kerja dalam rangka persiapan penjualan barang. Tugas bagian penjualan itu meliputi pekerjaan persiapan penjualan dan pelaksanaannya. Justru dalam persiapan penjualan inilah sebenarnya lebih banyak pekerjaan yang harus di-lakukan yang antara lain mengadakan penelitian tentang:

    • Keadaan pembeli (tempat tinggalnya, kesukaannya dan tingkatan daya belinya)
    • kemungkinan-kemungkinan yang menyangkut pengangkutan dan biayanya.
    • usaha-usaha yang berhubungan dengan peningkatan penjualan
    • Analisa pasar.

    Khusus mengenai kebijaksanaan yang akan dilakukan dalam rangka menetapkan harga barang/jasa, harus pula diperhatikan adanya keseimbangan di antara faktor-faktor yang satu sama lain saling mempengaruhi (interde-pendency), yaitu antara lain:
    • faktor permintaan di pasar.
    • faktor biaya pembuatan bar-rang/jasa.
    • faktor keuntungan yang diharapkan, dan lain sebagainya.

    Pada dasarnya kita harus berusaha untuk dapat mencapai suatu usaha imbangan antara harga, biaya dan faktor permintaan (Price, cost, volume equation).

    Pangkal pikiran dari pembahasan masalah penjualan dan kebijaksanaan penetapan harga ini, terletak pada penilaian kita di lapangan yang berarti berusaha untuk mengetahui keadaan para pembeli, baik yang menyangkut kesukaan/kebiasaan-kebiasaan-nya, maupun alasan-alasan untuk membeli. Akan tetapi dalam kenyataannya justru penilaian dalam masalah permintaan itulah yang amat sulit dilakukan. Lebih-lebih lagi terhadap barang yang baru (produk baru) teru¬tama yang belum dikenal di pasaran.

    Apabila telah terdapat tingkat harga tertentu di pasaran, memang adakalanya manajer suatu Badan Usaha dengan mudah dapat menetapkan harga jual yang lebih rendah. Akan tetapi dapat juga dilakukan kebijaksanaan yang sebaliknya. Dalam hubungan ini titik berat siasatnya disalurkan dalam persaingan kualitas, macam bentuk barang serta cara-cara penjualan dan usahanya di bidang reklame. Selain kemungkinan-kemungkinan siasat atas kebijaksanaan penetapan harga tersebut, masih terdapat pula berbagai cara pene¬tapan harga yang segala sesuatu-nya itu antara lain tergantung kepada:

    • Penilaian terhadap kekuatan/kedudukan barang di pasaran.
    • Kemampuan modal dan keuangan.
    • Sikap lembaga-lembaga pemasaran terhadap barang itu dan lain sebagainya.

    Jadi kebijaksanaan harga jual barang (pricing policy) itu, adalah suatu kebijaksanaan yang di-rencanakan oleh seorang manajer pelaksana dalam suatu perusahaan terhadap harga, dalam kekuasaannya menetapkan harga penjualan barang yang sesuai dengan kenyataan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus mengenai marketing management dan strategy, silakan klik DISINI.)

    Pada dasarnya kita dapat men-jalankan tiga cara kebijaksanaan dalam menetapkan harga sebagai berikut:

    Penetapan Harga di atas Harga Saingan.
    Dalam hal ini, harus terjamin terlebih dulu bahwa terhadap barang ini terdapat suatu’”Consumer’s Surplus” di pasaran. Pengusaha harus selalu menjamin suatu barang yang lebih tinggi mutunya dan macam/bentuknya lebih menarik dari pada barang-barang lain yang sejenis yang beredar di pasaran. Penetapan Harga di bawah Harga Saingan.

    Kebijaksanaan ini biasanya dilakukan oleh kebanyakan para pedagang eceran, terutama yang tergabung dalam suatu Toko Serba Ragam (Departemen Store). Memang adakalanya suatu barang dijual di bawah harga pokok. Kesanggupan menderita rugi untuk barang yang dijual di bawah harga pokok itu, dengan maksud untuk menarik para konsumen, agar mereka membeli barang-barang lain yang tersedia di tokonya itu.

    Penetapan Harga Mengikuti Harga Saingan.
    Dengan kebijaksanaan ini pengusaha bermaksud dapat mempertahankan jumlah pelanggan, dengan maksud agar mereka tidak pindah sebagai pembeli ke toko-toko yang lain. Dengan kebijaksanaan penetapan harga mengikuti/sesuai dengan harga pasaran umum, diharapkan para pelanggan tidak akan kecewa, dan akan tetap menjadi pelanggannya.

    One Price Policy
    Kebijaksanaan harga ini ditentukan untuk barang-barang sejenis dan sekualitas yang dijual dengan harga yang sama kepada setiap pembeli atau golongan pembeli.

    Variable Price Policy
    Kebijaksanaan dalam menetapkan perbedaan harga jual ini ter¬utama diadakan terhadap berbagai golongan konsumen tertentu, tergantung pula misalnya pada perbedaan kedudukan sosial konsumen, tingkat kehidupan-nya, perbedaan daerah konsumen dan lain sebagainya.

    Discount Price Policy
    Kebijaksanaan harga yang di-tetapkan di sini mempunyai maksud memberikan potongan harga kepada para pelanggan. Terutama untuk barang-barang tertentu yang masih memerlukan dorongan dalam penjualannya.

    Odd Price Policy
    Penetapan harga ini maksud-nya dengan mengadakan selisih harga sedikit di bawah angka (harga) yang bulat. Umpamanya harga salah satu jenis sepatu BATA Rp 50,000 diubah menjadi Rp 49,950. Memang kebi-jaksanaan ini biasanya dilakukan oleh Perusahaan sepatu Bate, dengan memasang harga produk sepatunya Rp 2.499,00 untuk jenis tertentu Rp 9.950,00 untuk jenis yang lain dan sebagainya. Pertimbangan psikologis dalam penentuan harga di sini maksudnya tiada lain untuk menarik perhatian dan mengikuti dalam pikiran para konsumen, seakan-akan dengan selisih harga yang sedikit itu terasa lebih murah.

    Resale Price Policy
    Dalam hubungan ini produsen menetapkan harga eceran tertinggi bagi barang yang diproduksinya dan tidak boleh diubah oleh para pedagang eceran. Dengan demikian diharapkan para pelanggan akan mentaati harga pasti itu. Kebijaksanaan yang diambil seperti ini serupa dengan suatu kebijaksanaan harga yang ditentukan oleh Pemerintah dalam menetapkan harga barang tertentu dengan Harga Eceran Tertinggi.
    Sumber :
    Ijod Sirodjudin, Majalah Manajer, Eidisi Juni 1986. Share

  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner