Custom Search
Showing posts with label Pemasaran. Show all posts
Showing posts with label Pemasaran. Show all posts

Peraih Top Brand for Kids & Teens 2014

RUMAH SI-MANAJEMEN

Majalah Marketing dan Frontier telah sukses menggelar penghargaan bergengsi Top Brand for Kids & Teens 2014.

Hampir semua produk mulai dari makanan dan minuman, perlengkapan dan perawatan pribadi, obat-obatan, perlengkapan sekolah, telekomunikasi, hingga media cetak telah diikutkan dalam survei Top Brand for Kids & Teens.

Slogan (Marketing-Promotion)

RUMAH SI-MANAJEMEN

TIGA kata "Malaysia Truly Asia", benar-benar bercerita, motivatif, prokalamatif, dan kompetitif. Malaysia menyatakan dirinya sebagai Asia sebenarnya. Seolah-olah negeri ini mengatakan kalau mau cari Asia, datang saja ke Malaysia, tak usah kemana-mana karena di negeri inilah segala sesuatunya tersedia jika berhubungan dengan Asia. Slogan itu membuat negara-negara Asia lain menjadi ngiri dan pasar pariwisata dunia menjadi tergeming.

BIAYA PEMASARAN

RUMAH SI-MANAJEMEN

Biaya Pemasaran dalam arti sempit, yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual dan membawa produk ke pasar.
Biaya Pemasaran dalam arti luas, yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan sejak saat produksi selesai dan disimpan dalam gudang sampai produk tersebut berubah menjadi uang tunai.

CONTOH SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER MANAJEMEN PEMASARAN JASA

MYCOPYPASTE


1. a. Apakah pengertian jasa?
b. Menurut Fitzsimmons dan dan Sulivan, jasa erat kaitannya dengan tahap perkembangan aktivitas
ekonomi. Tahap perkembangan aktivitas ekonomi meliputi apa saja, jelaskan? 15%

Contoh Soal UAS Pemasaran 1

MYCOPYPASTE


1. Manajemen pemasaran adalah salah satu cabang dari aktifitas manajemen, dan memiliki kaitan yang erat dengan cabang manajemen lainnya (manajemen keuangan, manajemen operasi, manajemen sumber-daya manusia). Sekarang jelaskan menurut pendapat anda bagaimana manajemen pemasaran tersebut saling terhubung dan saling mendukung dengan ketiga cabang manajemen lainnya tersebut!

Penjualan PT Unilever Tahun 2011 Capai Rp 23,5 Triliun

MYCOPYPASTE

PT Unilever Indonesia membeberkan kinerja tahun 2011. Untuk sektor penjualan, mencapai Rp 23,5 triliun yang berarti naik sekitar 19,2 persen dari tahun 2010. Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com, Selasa (29/5/2012).

Sementara itu, laba usaha mencapai Rp 5,5 triliun dengan marjin usaha 23,2 persen, sementara arus kas bersih naik 50,9 persen menjadi Rp 5,5 triliun. Pada Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta, Selasa (29/5/2012), pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen final Perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2011 sejumlah Rp 296,- per lembar saham atau semuanya berjumlah Rp 2,3 triliun, sehingga bila digabungkan dengan dividen interim yang telah dibayarkan sebelumnya, total dividen untuk Desember 2011 yang akan dibagikan kepada semua pemegang saham yang berhak adalah Rp 546 per lembar saham atau semuanya Rp 4,2 triliun (100 persen payout).

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk. Maurits Lalisang mengatakan jika tahun 2011 merupakan tahun yang sangat baik bagi Unilever Indonesia. "Setelah mengalami pasar konsumen yang relatif lemah pada tahun 2010, kami melihat adanya peningkatan kepercayaan konsumen selama 2011; dan khususnya kebangkitan kelas menengah," jelasnya.

"Namun, kami dihadapkan pada kenaikan harga dua komoditas penting, yakni minyak mentah dan minyak nabati; serta persaingan yang makin intensif dan agresif. Namun karena kami memiliki dasar yang kuat, pengendalian biaya yang ketat serta portofolio yang luas, tantangan-tantangan tersebut berhasil kami lewati dengan hasil memuaskan di semua bagian," katanya, lagi.

Sepanjang tahun, Perseroan menerapkan strategi yang memaksimalkan kekuatan utamanya, yakni inovasi dan pengembangan pasar. 2011 ditandai dengan keluarnya inovasi-inovasi baru dalam peluncuran ulang berbagai brand Home & Personal Care termasuk Clear, Molto, Sunlight serta satu brand baru untuk perawatan kulit yakni Fair & Lovely yang ditargetkan untuk mass market. Portofolio perawatan kulit untuk pria pun semakin diperkuat melalui Vaseline for Men.

(sumber TRIBUNNEWS)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk


  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...


  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga


  • PENETAPAN HARGA JUAL


  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...


  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar


  • POWER PRICING


  • Kebijakan Penetapan Harga Produk


  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya



  • MYCOPYPASTE


    Mind of Strategist, Sense of Marketer

    MYCOPYPASTE

    JUDUL tulisan ini memang terinspirasi dari judul bukunya Kenichi Ohmae, The Mind of the Strategist. Karena bukunya ini, Ohmae kemudian dijuluki sebagai “Mr. Strategy”. Oleh suratkabar Financial Times ia disebut sebagai “Japan’s only management guru.” Majalah The Economist juga memilihnya sebagai salah satu dari lima management guru di dunia.

    Saya sendiri merasa mendapat kehormatan yang besar bisa bersama-sama tokoh sekaliber Ohmae ini masuk dalam daftar “50 Gurus who Have Shaped the Future of Marketing” dari The Chartered Institute of Marketing – United Kingdom (CIM-UK). Hanya saya dan Ohmae yang berasal dari Asia dalam daftar yang dikeluarkan oleh institusi yang cukup konservatif tersebut.

    Ohmae ini memang salah seorang pemikir yang saya kagumi dari dulu. Dia bukan cuma teoritisi dan peneliti, tapi juga menjadi konsultan di McKinsey selama 23 tahun. Pengalaman menangani ratusan perusahaan dari berbagai industri ini memberikannya pengetahuan yang dalam dan luas.

    (sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya



  • MYCOPYPASTE


    Be a Sniper, not a Rambo

    MYCOPYPASTE

    DALAM berbagai kesempatan saya selalu mengatakan bahwa marketer itu harus bertindak layaknya seorang penembak jitu (sniper), bukan Rambo. Apa maksudnya?

    Seorang penembak jitu selalu berupaya agar tiap peluru yang ditembakkannya tepat mengenai sasaran. Ia tidak akan membuang-buang peluru karena memang amunisinya terbatas. Karena itu seorang penembak jitu akan selalu mempelajari sasarannya dengan cermat terlebih dahulu. Kemudian barulah penembak jitu ini akan mencari waktu dan lokasi yang tepat untuk membidik sasarannya itu.

    Sebaliknya dengan Rambo. Ia akan menembak membabi-buta ke segala penjuru. Karena amunisinya banyak, ia tidak peduli jika sebagian besar pelurunya justru tidak mengenai sasaran. Ia juga tidak mau repot-repot mempelajari sasarannya; pokoknya asal ketemu, tembak saja langsung sebanyak-banyaknya.

    (sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • MYCOPYPASTE


    The 3 Cs to Win the Mind Share

    MYCOPYPASTE

    SAYA akan meninjau kembali bagaimana Strategi memenangkan perang untuk menguasai benak pelanggan (mind share). Dalam New Wave Marketing, elemen-elemen Strategi ini terdiri dari Communitization, Confirming, dan Clarifying; bukan lagi Segmentasi, Targeting, dan Positioning seperti yang terdapat dalam Legacy Marketing.

    Langkah pertama dalam membangun Strategi adalah Communitization alias membentuk komunitas atau memanfaatkan komunitas yang ada. Komunitas ini sendiri definisinya adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya. Dalam komunitas ini terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values. Proses pembentukannya bersifat horisontal karena dilakukan oleh individu-individu yang kedudukannya setara.

    Karena dalam New Wave Marketing ini ditandai dengan praktik low-budget high-impact marketing, maka Communitization ini harus bisa menerapkan apa yang disebut sebagai Reed’s Law ketimbang menerapkan Metcalfe’s Law atau Sarnoff’s Law.

    (sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya



  • MYCOPYPASTE


    A Tale of Three Communities: Harley-Davidson, Facebook and HTML

    MYCOPYPASTE

    “So screw it, let’s ride.” Maaf sebelumnya kalau kata-katanya sedikit ofensif. Tapi, tahukah Anda, siapakah yang mengatakan kalimat tadi? Itulah slogan terbaru dari Harley-Davidson (Harley) yang diluncurkan pada awal Mei 2008 lalu. Kalimatnya memang sedikit ofensif, namun hal ini justru cocok dengan citra pemberontak yang melekat pada perusahaan motor besar asal Milwaukee tersebut.

    Slogan tersebut memang mengacu kepada situasi ekonomi Amerika yang kurang baik. Dengan slogan ini, Harley seolah ingin menyatakan, tak usah terlalu mempedulikan situasi saat ini. Nikmatilah hidup dengan mengendarai Harley. Padahal, Harley sendiri juga sedang mengalami masalah. Penjualannya di Amerika menurun hampir 13% selama Q1 2008 lalu.

    Harley memang sangat memperhatikan para pelanggannya. Dengan berbagai program pemasarannya, termasuk salah satunya dengan membuat slogan baru tadi, Harley mampu menjalin ikatan emosional dengan para pelanggannya. Harley mampu berempati terhadap apa yang dirasakan oleh pelanggannya. Seperti kata salah seorang pengendara Harley, Ben Berlin, yang sudah berusia 82 tahun dan telah mengendarai Harley selama 60 tahun. Ia bilang, kalau sudah mengendarai Harley, berbagai masalah seakan bisa dilupakan untuk sejenak.

    (sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk


  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...


  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga


  • PENETAPAN HARGA JUAL


  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...


  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar


  • POWER PRICING


  • Kebijakan Penetapan Harga Produk


  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • MYCOPYPASTE


    PDB is Positioning, Differentiation and Brand

    MYCOPYPASTE

    INTI dari marketing sebenarnya adalah Positioning, Differentiation, dan Brand (PDB). Ya, marketing itu bukan sekadar Marketing-Mix atau yang dikenal juga sebagai 4P (product-price-place-promotion). Sebab, marketing-mix tanpa PDB jadinya bersifat komoditas dan me-too saja, bisa dengan mudah ditiru oleh pesaing. Juga bukan Segmentation-Targeting-Positioning (STP) semata, walaupun ini juga penting. Sebab, Positioning yang tidak didukung Differentiation yang solid akan percuma. Cuma sekadar janji kosong.

    Banyak orang yang juga masih salah paham, dikiranya marketing itu identik dengan Selling. Karena banyak orang yang kerjaannya jualan (selling), tapi di kartu namanya tertera posisi sebagai marketing. Lebih repot lagi ketika orang mulai menganggap bahwa marketing adalah A&P alias Advertising and Promotion. Orang jadi takut mendengar istilah marketing, karena kuatir akan menghabiskan banyak uang namun hasilnya belum jelas, spend money for nothing.

    (sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • MYCOPYPASTE


    The 12 Cs of New Wave Marketing

    MYCOPYPASTE

    ERA New Wave Marketing memang sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Perkembangan peradaban manusia berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Dalam berbagai literatur seperti dalam The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness karya Stephen Covey, A Whole New Mind karya Daniel Pink, dan The Rise of the Creative Class karya Richard Florida, bisa disimpulkan bahwa sebenarnya ada lima tahap perkembangan peradaban manusia.

    Awalnya, untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, manusia berperan sebagai pemburu binatang atau pengumpul tumbuh-tumbuhan. Karena itu mereka hidup berpindah-pindah alias nomaden, tergantung ada di mana hewan buruannya itu atau di mana tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan. Di tahap ini manusia hanya mengenal teknologi yang sangat primitif seperti tombak, panah, pisau, dan sebagainya, yang dipakai untuk aktivitasnya tadi.

    Kemudian, di tahap kedua, manusia mulai menetap dan bercocok tanam. Manusia sudah mengenal sistem pengairan dan cara membiakkan hewan ternak. Manusia sudah mampu mengolah lahan agar bisa subur untuk bercocok tanam. Pekerjaan manusia yang dominan di sini adalah bertani. Sampai pada masa inilah yang dikenal sebagai Era Agrikultural. Era agrikultural ini berlangsung kira-kira sampai pertengahan abad ke-19.

    (sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Mengelola Kekacauan di Era New Wave Marketing

    MYCOPYPASTE

    Dari dulu kita memiliki kecenderungan untuk mendengar apa yang kita dengar, membicarakan apa yang kita dengar, dan melihat apa yang kita lihat. Di era New Wave ini, dengan segala media baru yang berkembang, wawasan kita dalam mendengar, berbicara, dan melihat menjadi semakin luas.

    Dengan adanya handphone, aplikasi internet seperti Blog, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya, informasi baik itu yang berdasarkan fakta maupun gosip terus diteruskan oleh orang lewat jejaringnya. Celakanya adalah apabila informasi yang disalurkan tersebut membuat kita semua jadi ragu untuk mengambil keputusan.

    Seperti yang ditulis dalam kolom ini kemarin, ‘kekacauan’ dalam lingkungan kita sehari-hari sudah menjadi normalitas. Di dalam konteks ekonomi contohnya, normalitas baru tersebut mewujud dalam bentuk kombinasi antara perekonomian yang boom, turun, resesi, bahkan depresi dalam siklus yang kian-kian cepat. Normalitas baru yang mewujud dalam bentuk chaos itu tentu saja siap setiap saat memakan korbannya.

    Di Amerika, kekacauan akibat krisis ekonomi seperti saat ini membuat banyak orang semakin kreatif. Semakin banyak orang di sana yang mempleseti nama-nama dari brand tersohor, sesuai dengan era krisis. Contohnya Dowjones menjadi Downjones. Slogan life’s good dari perusahaan elektronik LG dipleseti menjadi life’s tough. Perusahaan mobil Chrysler menjadi Crisisler. Merek ban Goodyear menjadi Badyear. Perusahaan Sony yang terkenal dengan slogannya “Like No Others” menjadi Sorry: Broke Like Others.

    Philip Kotler dan John A. Caslione, dalam buku mereka, “Chaotic: The Business of Managing and Marketing in the Age of Turbulence” untuk menyiasati era turbulens ini diperlukan sebuah sistem yang kuat dalam mengelola kekacauan tersebut. Itu yang disebut oleh kedua penulis sebagai Chaotics Management.

    Chaotics Management merupakan suatu pendekatan sistematis dalam mendeteksi, menganalisis, dan merespon kondisi turbulensi dan chaos yang terjadi. Secara umum, Chaotics Management ini terdiri atas tiga komponen utama, yaitu:

    Pertama, mendeteksi sumber turbulensi. Terdapat sumber turbulensi yang dapat dideteksi oleh perusahaan (detectable turbulence) maupun yang tidak dapat dideteksi oleh perusahaan (undetectable turbulence). Terhadap sumber turbulensi yang dapat dideteksi oleh perusahaan (detectable turbulence), maka perusahaan perlu membangun suatu early warning system untuk mendeteksi sebanyak dan secepat mungkin turbulensi yang akan terjadi untuk meminimalisir risiko maupun menangkap peluang secara optimal. Sedangkan sumber turbulensi yang tidak dapat dideteksi oleh perusahaan akan menciptakan chaos bagi perusahaan.

    Kedua, merespon chaos dengan membuat sejumlah skenario utama. Skenario utama ini sebagai sebuah perencanaan stratejik yang digunakan untuk membuat perencanaan jangka panjang. Seorang pemimpin harus mampu mendorong anak buahnya untuk dapat menginvestigasi dan menganalisis secara lebih mendalam berbagai skenario terburuk sekalipun. Skenario yang dibangun secara efektif akan dapat memberikan gambaran terhadap kondisi yang terjadi. Masing-masing skenario membutuhkan respon strategi yang berbeda.

    Ketiga, memilih strategi berdasarkan prioritas skenario dan sikap dalam menghadapi risiko (risk attitude). Berdasarkan berbagai skenario yang telah disusun, seorang pemimpin perlu memilih respon strategi yang tepat dalam menghadapi skenario tersebut. Dengan adanya ketidakpastian, maka berbagai skenario beserta respon strategi yang ada perlu disikapi secara seksama termasuk berbagai kemungkinan respon yang mungkin berbeda disesuaikan dengan prioritas dan kondisi yang terjadi serta pertimbangan mengenai risk and opportunity yang dikehendaki.

    Perusahaan yang hidup di dalam era turbulensi ini harus siap menghadapi gejolak tersebut. Karena pada dasarnya dalam kondisi lingkungan seturbulens apapun, selalu menyisakan peluang. Namun itu semua tergantung seberapa lihai kita dalam melakukan analisa mendalam terhadap tinjauan lanskap bisnis. Di sini yang menjadi sangat diperlukan adalah kemampuan kita mengubah noise menjadi data, informasi, knowledge, dan akhirnya wisdom. Pada akhirnya yang menjadi fundamental di dalam era turbulens ini adalah insting kita sendiri.

    Bagaimana pendapat Anda?

    (sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/

    Marketing 3.0: Values-Driven Marketing

    MYCOPYPASTE

    Saat ini kita hidup di dunia yang baru di mana krisis dan chaos menjadi ‘menu makanan’ sehari-hari. Lingkungan bisnis semakin complex, penuh dengan kekacauan.
    Di kurun waktu sepuluh tahun terakhir, kita sudah melihat betapa hebatnya badai-badai dan kekacauan yang terjadi di lingkungan bisnis mulai dari krisis ekonomi di Asia, meledaknya balon dot-com, skandal pelaporan keuangan (contoh Enron dan Worldcom), gerakan teroris, gerakan anti-globalisasi, perubahan iklim, krisis energi, krisis pangan, skandal investasi, sampai resesi perekonomian global tahun 2008.

    Di tengah berbagai macam badai dan munculnya Scumbag Millionaire mulai dari Jeffrey Skilling (Enron) sampai Bernard Madoff yang telah menghasilkan 50 triliun dollar AS dari investasi berskema Ponzi (atau skema piramid), langkah bisnis perusahaan terus menjadi sorotan publik. Tingkat kepercayaan diri di internal perusahaan terus menurun. Tingkat kepercayaan publik terhadap perusahaan juga terus menurun. Dan celakanya lagi, teknologi new-wave yang memperluas jaringan media informasi, menjadikan dunia semakin transparan, sehingga sudah semakin susah bagi perusahaan untuk memutup aib dirinya.

    Publik membutuhkan aktivitas dan proses bisnis yang didasari oleh prinsip dan nilai-nilai yang lebih etis dan fair. Kini tidak cukup lagi bagi perusahaan untuk searching for excellence, karena di tengah perubahan lanskap seperti sekarang yang menjadi keharusan adalah searching for meaning.
    Di tengah badai-badai krisis dan jatuhnya reputasi perusahaan, sudah saatnya bagi pemasar adalah meninjau ulang dan menjual nilai-nilai, prinsip, dan karakter yang dimiliki dan dijunjung-tinggi, agar dapat tampil stand-out dan terus berupaya senantiasa meninggalkan warisan bagi masyarakat.

    Marketing 3.0

    Di era sekarang, pemasaran saat ini tidak hanya diterjemahkan dalam pengertian positioning, diferensiasi dan merek yang dibungkus dalam identitas merek, integritas merek, dan menghasilkan citra merek. Dunia pemasaran perlu menunjukkan nilai-nilai (spiritual) dalam pemasaran.
    Nilai-nilai yang ditebarkan itu diyakini tidak hanya mendongkrak profit tetapi juga menjamin kelanggenan dan penguatan karakter brand, sekaligus membentuk diferensiasi yang tidak tertandingi.

    Di dalam buku ”Marketing 3.0: Values-Driven Marketing” Philip Kotler dan saya mengatakan, perusahaan seharusnya tidak hanya memasarkan produk dengan manfaat fungsional ataupun manfaat emosional, melainkan harus pula menonjolkan manfaat spiritual.

    Pendekatan pemasaran berbasis nilai ini diyakini akan memperoleh hasil yang berbeda. Karena perusahaan atau pemilik merek tidak sekadar memberikan kepuasan atau mengincar profitabilitas, melainkan memiliki compassion, dan keberlanjutan. Model bisnis yang menyeimbangkan pencetakan profit dan tanggung jawab sosial seperti itu sungguh didambakan oleh banyak pemain bisnis.

    Kita tahu bahwa, perjalanan waktu telah membuat model pemasaran berubah, dari Marketing 1.0 ke Marketing 2.0 - dari product centric ke customer-centric era. Dan sekarang marketing telah mentransformasi diri ke dalam human-centric era. Itulah yang dikatakan sebagai Marketing 3.0.

    (sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/


    "Low Budget High Impact", Solusi Marketing di Tengah Krisis

    MYCOPYPASTE

    Dunia pemasaran Indonesia masih menjanjikan meski kondisi resesi perkonomian global masih mengancam.

    Pakar marketing Hermawan Kertajaya mengatakan, para pemasar dan pelaku bisnis harus bisa memanfaatkan peluang tersebut dengan melakukan pendekatan marketing yang disebutnya sebagai New Wave Marketing yang low budget high impact.

    "Untuk melakukan hal ini, ada tiga aspek yang harus diperhatikan oleh para marketer yaitu product management, brand management, dan customer management," kata Hermawan dalam Markplus Dinner Semester I Review and Semester II Outlook 2009, di Four Season Hotel, Jakarta, Kamis (27/8).

    Dari sisi product management, marketer harus mulai berusaha memberikan nilai lebih produknya kepada pelanggan. Menurut Hermawan, para pelanggan yang sudah kembali kepercayaan dirinya, akan mencari kompensasi atas "stres" selama krisis dengan mencari produk yang inovatif dan memiliki nilai tambah tinggi. "Bukan lagi produk murah meriah yang layaknya dibeli di masa krisis," katanya.

    "Dari sisi brand management, marketer harus mampu menciptakan excitement dengan memberikan pengalaman yang menarik lewat karakter dari brand produk mereka," terangnya. Menurut Hermawan, proses penawaran sebuah karakter produk jika dilakukan dengan cerdik, dapat membuat pelanggan tidak hanya terhibur, tetapi juga semakin percaya dan loyal kepada brand produk yang ditawarkan.

    Terakhir dari sisi customer management, Hermawan mengatakan, marketer harus mulai menggeser orientasinya dari mempertahankan (keep) dan mengakuisisi (get) pelanggan baru, ke arah mengembangkan (grow) pelanggan yang sudah ada. "Metode yang paling ampuh untuk growing pelanggan adalah dengan terus melakukan konsolidasi ke komunitas-komunitas yang sudah ada," ujarnya.

    Menurutnya, jika pelanggan dapat melihat kemungkinan-kemungkinan penggunaan produk tersebut sesuai, mereka akan meningkatkan pemakaian dan merekomendasikan ke orang lain.

    "Singkatnya, dengan ketiga aspek tersebut, diharapkan marketer bukan cuma akan melewati krisis yang mengancam tersebut, tetapi juga bisa mencuri kesempatan untuk take-off, jauh meninggalkan kompetitor," pungkasnya.

    (sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/


    Era 'Matinya' Pemasaran Gaya Lama!

    MYCOPYPASTE

    Sekitar Mei 2008 lalu, salah seorang praktisi pemasaran di industri telekomunikasi menghampiri saya dengan mengatakan bahwa praktek pemasaran yang dijalani di perusahaannya sekarang sudah berubah, dari era legacy ke era new wave. Dari percakapan itu, saya langsung ‘meminjam’ istilah legacy dan new wave dari beliau untuk menjelaskan kepada dunia pemasaran bahwa langkah pemasaran gaya lama (legacy) memang semakin lama, semakin mati.

    Ketika itu saya bersama tim di MarkPlus, Inc sudah menyadari bahwa lanskap dunia pemasaran terus berubah. Apa lagi “biang kerok”-nya kalau bukan produk-produk teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih dengan aplikasi web 2.0, yang membuat dunia ini semakin horisontal dan demokratis.

    Seiring dengan masuknya kita ke dalam awal abad-21 ini, dunia teknologi semakin memberikan interaksi, partisipasi, dan peluang untuk berkolaborasi, membawa kita para pemasar untuk melakukan praktek pemasaran yang bertumpu pada jejaring saling terhubung dan berkembang biak.

    Sejak itu saya bersama tim di MarkPlus, Inc semakin meneliti pergeseran perubahan lanskap dunia bisnis dan implikasinya terhadap praktek dan tata cara pemasaran di dunia yang baru ini. Beberapa hasil penelitian ini telah dimuat dalam berbagai kesempatan, mulai dari penulisan 100 artikel di Kompas tahun lalu yang kemudian dijadikan buku “New Wave Marketing: The World is Still Round, the Market is Already Flat.”

    Dari kolaborasi dengan Kompas tersebut, selama setahun belakangan saya keliling ke kampus-kampus, menghadiri seminar dan konferensi pemasaran, di dalam dan luar negeri dengan membawa tema pembicaraan “New Wave Marketing” sekaligus menyebarkan virus horisontalisasi pemasaran.

    Kolom New Wave Marketing di rubrik ini akan memuat artikel-artikel yang berisikan percakapan (conversation) saya bersama pembaca kompas.com. Selama beberapa bulan ke depan, kolom ini akan memuat tiga pokok bahasan utama yang dibagi kedalam kerangka why, what is, dan how to dalam konteks New Wave Marketing.

    Di bagian “why new wave”, kita akan sama-sama melihat trend terbaru di lanskap bisnis termasuk di antaranya 10 faktor utama kenapa bisnis telah menjadi horizontal. Di sini pula akan dibahas kenapa bentuk model pemasaran Anda harus dirubah ke dalam praktek new wave.

    Bagian kedua ”what is new wave”, akan membahas pergeseran strategi, taktik, dan value pemasaran. Dari sisi strategi pemasaran, terjadi pergeseran dari yang namanya Segmentation menjadi Communitization, Targeting menjadi Confirmation, dan Positioning menjadi Clarification.

    Penerapan elemen taktik pemasaran pun berubah karena terjadi pergeseran praktek Differentiation menjadi Codification, dari bauran pemasaran 4P (product, price, place, promotion) menjadi New Wave Marketing-Mix 4C (co-creation, currency, communal activation, dan conversation) dan juga dari Selling ke Commercialization.

    Begitupula dengan Marketing Value yang bergeser dari Brand ke Character, dari Service menjadi Care, dan dari Process menjadi Collaboration.

    Bagian ketiga akan membahas bagian ”how to” atau bagaimana mengaplikasikan pola new wave marketing. Ada beberapa sub-bagian yang akan dibahas di sini, di antaranya pembangunan tiga pilar utama new wave marketing: pengelolaan konsumen yang berbasiskan komunitas (community-based customer management), pengelolaan produk yang berbasiskan co-creation dengan komunitas (co-creation-based product management), dan juga pengelolaan brand yang berbasiskan karakter (character-based brand management).

    Selain tiga pilar utama dalam praktek new wave marketing, lewat tulisan di bagian ketiga (”how-to”) pada kolom ini juga akan dibahas bahwa kalau Anda ingin melakukan pola pemasaran gaya baru ini, pada akhirnya Anda harus memiliki atau mungkin menunggangi tiga platform penghubung yaitu interaksi mobile, event experiential, dan social media yang ketiganya ada di dalam dunia online dan offline.

    Beberapa studi kasus yang akan dibahas nantinya akan mengacu pada kerangka yang telah diurai di atas. Contoh perusahaan yang dimuat adalah mereka yang berlandaskan paradigma horisontal, masuk ke jejaring komunitas, dan menunggangi platform konektor yang ada di dunia online dan offline. Tidak sedikit dari mereka telah sadar bahwa pemasaran gaya lama semakin lama semakin tidak mumpuni, dibutuhkan pendekatan baru, New Wave Marketing, yang lebih relevan dengan perubahan lanksap seperti sekarang.

    Bagaimana pendapat Anda?

    (sumber Hermawan Kartajaya http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/


    Ini Museum Marketing Pertama di Dunia

    MYCOPYPASTE

    Museum marketing pertama di dunia diresmikan di Ubud, Bali, Jumat (27/5/2011). Museum Marketing 3.0 ini dihadiri, antara lain, oleh guru marketing Dunia Prof Dr Philip Kotler, guru marketing Indonesia Hermawan Kertajaya, dan Raja Ubud Cokorda Putra Sukawati.

    Menurut Hermawan, salah satu pemrakarsa museum ini, museum ini antara lain memuat berbagai pengalaman dari perusahaan-perusahaan besar yang sukses dalam menerapkan marketing modern yang dikenal dengan marketing 3.0, yakni marketing yang tidak hanya menjual produk, menawarkan produk lewat promosi, dan sebagainya, tetapi juga mempertimbangkan unsur manusia (human spirit).

    Ubud dipilih karena konsep marketing 3.0 sudah diterapkan oleh Raja Ubud Cokorda Agung Sukowati saat itu. Museum ini diresmikan bersamaan dengan peringatan HUT ke-80 Philip Kotler. Dengan kehadiran museum ini, semakin banyak khazanah museum di Bali dan akan semakin banyak orang datang ke Ubud, tidak saja turis, tetapi juga ilmuwan.

    (sumber http://bisniskeuangan.kompas.com/)



  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/


    Kini Eranya ‘New Wave Marketing’

    MYCOPYPASTE

    Era New Wave Marketing sangant di pengaruhi oleh perkembangan teknologi. Perkembangan peradaban manusia berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Dalam berbagai literartur seperti dalam The 8th Habit : From Effectiveness to Greatness karya Stephen Covey. A Whole New Mind karya Daniel Pink, dan The Rise of The Creative Class karya Richard Florida, bisa disimpulkan bahwa sebenarnya ada lima tahap perkembangan peradaban manusia

    Pada tahap pertama, untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, manusia berperan sebagai pemburu binatang atau pengumpul tumbuh-tumbuhan. Karena itu mereka hidup berpindah-pindah alias nomaden, tergantung ada dimana hewan buruannya atau tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan. Pada tahap kedua, manusia mulai menetap dan bercocok tanam, sudah mengenal sistem pengairan dan cara membiakkan hewan ternak. Tahap ini dikenal dengan Era Agrikultural.

    Di tahap ketiga, perkembangan peradaban mulai tumbuh dengan diciptakan berbagai mesin mesin untuk industri, misal mesin uap yang diciptakan oleh James Watt yang kemudian menjadi pertanda dimulainya Revolusi Industri. Di era industri ini, manusia mulai bekerja di pabrik-pabrik, dan dengan sangat mudah bepergian dengan menggunakan kendaraan darat, lau dan udara. Setelah itu, pada dasawarsa 1980-an, bidang teknologi Informasi mulai berkembang pesat yang ditandai dengan kehadiran Personal Computer (PC) sebagai awal dari Era Informasi dimana manusia dengan sangat mudah mendapatkan akses informasi.

    Dan saat ini, manusia mulai memasuki tahap perkembangan peradaban yang kelima, yaitu sebagai pekerja kreatif (creative worker). Akumulasi pegetahuan (reservoir of knowledge) yang sebelumnya sudah didapat pada era informasi menjadikan orang mampu melahirkan kebijakan (wisdom) untuk menciptakan berbagai hal yang jauh lebih kreatif. Era inilah yang merupakan era New Wave. Jika sebelumnya kehadiran teknologi mendorong produktivitas, maka pada era New Wave, teknologi yang ada mendorong lahirnya kreatifitas.

    Seperti yang dikatakan oleh Scott McNealy chairman Sun Microsystem, di Era Informasi alias Era Legacy Marketing, yang akan menguasai pasar adalah mereka yang mampu mengendalikan proses penciptaan dan pendistribusian informasi. Sementara di Era Partisipasi atau Era New Wave Marketing, yang penting adalah akses. akses ini memungkinkan terciptanya value secara bersama melalui jaringan orang yang saling berbagi, berinteraksi, dan menyelesaikan masalah.

    Karena itulah elemen-elemen marketing yang selama ini kita kenal dalam Legacy Marketing juga harus mengalami penyesuaian. Sekadar mengingatkan, dalam Legacy Marketing dikenal 9 Elemen Marketing yang terdiri dari Segmentation, Targeting, Positioning, Differentiation, Marketing-Mix (Product, Price, Place, Promotion), Selling, Brand, Service, dan Process.

    Dalam New Wave Marketing, elemen-elemen tersebut menjadi “The 12 C of New Wave Marketing”. Ke 12 C ini adalah Communication, Confirming, Clarifying, Coding, Crowd-Combo (Co-Creation, Currency, Communal Activation Conversation), Commercialization, Character, Caring, and Collaboration.

    (sumber Hermawan Kartajaya)




  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk

  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...

  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga

  • PENETAPAN HARGA JUAL

  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...

  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar

  • POWER PRICING

  • Kebijakan Penetapan Harga Produk

  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/

    Media Sosial Sangat Penting bagi Bisnis

    MYCOPYPASTE

    Dewasa ini para pelaku bisnis dituntut untuk selalu terkoneksi dengan Internet dan media sosial. Tujuannya untuk meraih kesuksesan.

    Menurut online strategist Nukman Luthfie, adanya integrasi tersebut akan memudahkan layanan yang ditawarkan ke konsumen.

    Saat ini, ucap Nukman, telah terjadi perubahan perilaku konsumen. Mereka tak lagi percaya begitu saja pada iklan.

    Sebaliknya, konsumen lebih percaya pada informasi dari media sosial dan media berpengaruh lainnya. Dengan begitu Perusahaan harus melibatkan konsumen dalam usaha mereka.

    “Mereka kini tak peduli dengan iklan. Mau tak mau harus pakai strategi integrated online," ujar Nukman dalam seminar Penggunaan Media Online di Wisma Antara, Selasa (22/2).

    Dia lantas mencontohkan kesuksesan perusahaan Dell dalam meraih pendapatan dengan menggunakan Twitter.

    "Mereka menyiapkan 30 orang di ranah online dan mencapai keuntungan hingga US$ 6,5 juta pada 2009," ujarnya.

    Sayangnya saat ini belum semua perusahaan siap untuk menerapkan media sosial untuk bisnisnya.

    Alasannya karena susah mengubah struktur organisasi dan tidak adanya anggaran untuk integrasi online.

    Menurut Nukman, jika saat ini ada perusahaan yang tidak terintegrasi dengan media sosial akan mudah ditinggalkan konsumennya.

    Selain itu, Nukman melanjutkan, pada 2010 sekitar 80 persen ponsel di Indonesia sudah memakai Web dan Wap.

    Ada 46 persen pengguna ponsel secara aktif. Oleh karena itu, selain terintegrasi dengan media sosial, informasi juga harus ramah terhadap semua gadget.

    (sumber http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2011/02/22/brk,20110222-315303,id.html)




  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk


  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...


  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga


  • PENETAPAN HARGA JUAL


  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...


  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar


  • POWER PRICING


  • Kebijakan Penetapan Harga Produk


  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/

    Pertumbuhan Ekonomi Butuh Riset Pasar

    MYCOPYPASTE

    Membaiknya kondisi perekonomian Indonesia menarik minat global berinvestasi. Pemain global membutuhkan riset pasar untuk mendukung rencana investasi.

    Global Chairman Taylor Nelson Sofres (TNS) James Hall mengatakan, optimisme pertumbuhan ekonomi dunia datang dari dua perspektif. Pertama, dari kalangan ekonom terdapat Goldman Sachs yang mengatakan Indonesia berpotensi masuk ke kelompok negara yang akan menguasai perekonomian dunia atau biasa disebut BRIC (Brasil, Rusia, India, Cina). Prediksi ini menunjukkan Indonesia akan menjadi tujuan investasi sejak sekarang.

    Kedua, dari kalangan penanam modal, khususnya perusahaan multinasional, yang mulai melemparkan perhatiannya ke Indonesia. Mereka menilai Indonesia sebagai pasar yang besar dengan populasi berusia muda, serta iklimpolitik yang stabil dan demokratis menjadi tempat nyaman berinvestasi.

    Tak heran, misalnya, L'Oreal membangun pabrik terbesar di dunia di Indonesia. "Optimisme dari ekonom dan investor ini menunjukkan Indonesia adalah negara yang memiliki potensi besar untuk berkembang," ujar James hari ini.

    Besarnya potensi ekonomi Indonesia ini sayangnya tidak diikuti perkembangan industri riset pasar yang mendukung. Selama ini hanya 20 kota besar di Indonesia, setara dengan 50 persen pasar, yang masuk ke dalam radar riset pasar. "Sebanyak 50 persen sisanya ada di kota-kota kecil."

    Padahal, perusahaan multinasional biasanya menyediakan minimal 10 persen alokasi anggaran untuk keperluan riset. Sementara beberapa perusahaan besar milik pengusaha nasional juga mulai melirik penggunaan riset pasar. "Tanpa riset pasar mereka tidak akan berinvestasi."

    Menurut Ketua Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia (Perpi) Sjafril Djoni, potensi riset pasar kota kecil belum banyak dirambah perusahaan riset. Dia berharap peningkatan keinginan berinvestasi di Indonesia turut memaksa perusahaan riset pasar memperluas usahanya.

    Sjafril menyebut industri riset pemasaran terus berkembang dari tahun ke tahun. Sejak didirikan pada tahun 2007, Perpi melihat terjadi pertumbuhan pendapatan sebesar 14 dan 18 persen pada tahun 2008 dan 2009. "Sekarang potensi industri riset pasar mencapai Rp 800 hingga 900 miliar," ujar Sjafril.

    Hingga saat ini tercatat 20 perusahaan riset di Indonesia bergabung dengan Perpi. Total perusahaan riset di Indonesia sendiri baru sebanyak 34 persen. Selain memperluas wilayah riset, pekerjaan rumah lain dari perusahaan riset adalah memperbaiki kualitas dan kuantitas periset. Aksi bajak-membajak periset masih sering terjadi di Indonesia. "Akibat masih terbatasnya jumlah tenaga ahli," ujar dia.

    (sumber http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2011/03/15/brk,20110315-320337,id.html)





  • Cara-Cara Penetapan Harga Produk


  • Metode Penetapan Harga Untuk Menghadapi Pasar/Pesa...


  • Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga


  • PENETAPAN HARGA JUAL


  • Strategi Penetapan Harga Berdasarkan Nilai Pelangg...


  • Enam Kesalahan Penetapan Harga Terbesar


  • POWER PRICING


  • Kebijakan Penetapan Harga Produk


  • Tujuan Strategi Penetapan Harga Bagi Perusahaan Bi...


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya


  • Metode Penetapan Harga Dengan Pendekatan Biaya

  • Segmentasi Targeting dan Positioning (2)
    Segmentasi dan Targeting. Positioning (1)
    Segmentasi Pasar , Penentuan Target Pasar dan Positioning
    Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
    STP dan 4P
    Positioning Berdasarkan Nilai
    Apa itu Positioning (Pengertian Positioning)
    Strategi Repositioning (reposisi suatu produk)
    Positioning Strategy
    Empat Kriteria Yang Menentukan Positioning
    Positioning Menurut Manfaat
    Positioning Berdasarkan Kategori
    Positioning Berdasarkan Atribut


    http://mycopypast.blogspot.com/

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner